Berkata Abu Murrah Ath-Tha’ifi r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda : Allah telah berfirman:
“Wahai anak Adam! Bersembahyanglah untuk Aku di awal pagi, niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya.”
(Riwayat Ahmad)
Hadis Qudsi ini menganjurkan kita mengerjakan Solat Dhuha yang mana antara faedahnya, Allah Ta’ala memberi jaminan akan melaksanakan segala keperluan-keperluan keduniaan manusia setiap hari.
Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah SAW sendiri ialah solat sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya:
“Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat solat Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan”
(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :
“Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .”
(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab “An-Nurain” sabda Rasullullah SAW yang maksudnya : “Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.”
Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.”
(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)
Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas”
(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)
Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai se-penggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.
Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bermaksud :”Adalah Nabi SAW bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehedakinya.” (Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)
Dalam sebuah hadis yang lain Nabi SAW bersabda bermaksud : ” Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikan nya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,” (Riwayat At-Thabarani ).
jom solat!:)
'sesungguhnya ada segumpal darah di dalam tubuh manusia,di mana jika baiknya ia,maka baiklah segalanya'
Total Pageviews
Wednesday, July 29, 2009
song which represent my heartvoices
Nantikanku di Batas Waktu
Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan
Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi
Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu
Lagu/lirik : Deden Supriadi
Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan
Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi
Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu
Lagu/lirik : Deden Supriadi
beautiful song.hayati liriknya.
Muhasabah Cinta
Munsyid : EdCoustic
Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu
Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...
Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu
p/s:thanks to someone who met me with this song.:)
Munsyid : EdCoustic
Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu
Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...
Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu
p/s:thanks to someone who met me with this song.:)
Astaghfirullah,,ampunkan segala dosa-dosaku.
Pagi tadi semasa tengok mailbox saya ada satu email ni saya terima:
Cuba kira,
1Ramadan pada tahun 2012 jatuh pada 20 july hari jumaat,
jadi 3 august 2012 bersamaan 15 ramadan jatuh juga hari jumaat.
Sama dengan hadis nabi berkenaan huru hara besar yang akan jadi pada tengah malam pertengahan bulan ramadan iaitu hari jumaat 15 ramadan dekat bumi ni yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur,
Satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dekat langit, bukan kiamat tapi
huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3,
yang tinggal cuma 1/3 shj.(yang NASA Amerika dok bagitau pada 21-12-2012 planet X akan lintas mai kat bumi ni)
Adakah kita semua ni tergolong dalam 1/3 itu?
ALLAH sahaja maha mengetahui.
Nu’aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawwal…”. Kami bertanya: “Suara apakah, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jum’at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum’at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum’at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Al-Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus!”, karena barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa”.
saya juga telah bertanya kepada ustazah2,kebanyakan dari mereka mengakui bahwa hadis ini memang sahih.wallahualam.semoga kita mempersiapkan diri drp segala bala bencana yg berlaku.insyaAllah.
Cuba kira,
1Ramadan pada tahun 2012 jatuh pada 20 july hari jumaat,
jadi 3 august 2012 bersamaan 15 ramadan jatuh juga hari jumaat.
Sama dengan hadis nabi berkenaan huru hara besar yang akan jadi pada tengah malam pertengahan bulan ramadan iaitu hari jumaat 15 ramadan dekat bumi ni yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur,
Satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dekat langit, bukan kiamat tapi
huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3,
yang tinggal cuma 1/3 shj.(yang NASA Amerika dok bagitau pada 21-12-2012 planet X akan lintas mai kat bumi ni)
Adakah kita semua ni tergolong dalam 1/3 itu?
ALLAH sahaja maha mengetahui.
Nu’aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawwal…”. Kami bertanya: “Suara apakah, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jum’at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum’at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum’at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Al-Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus!”, karena barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa”.
saya juga telah bertanya kepada ustazah2,kebanyakan dari mereka mengakui bahwa hadis ini memang sahih.wallahualam.semoga kita mempersiapkan diri drp segala bala bencana yg berlaku.insyaAllah.
Saturday, July 25, 2009
janganlah menyalahkan ketentuan Allah S.W.T
Perkara utama bagi semua umat Islam, jangan sesekali lupa atau ‘terlupa' bahawa semua bakteria, virus atau apa jua makhluk yang membawa mudarat ini terlepas dari kekuasaan Allah swt.
Jikalau kita menelurusi hadis Nabi s.a.w, kita akan dapati anjuran Nabi s.a.w untuk berhati-hati apabila bercampur dengan pesakit kusta dan sopak. Sudah tentu anjuran Nabi itu terpakai buat semua jenis penyakit yang diiktiraf boleh merebak dan ‘berjangkit'. Hadis berikut amat jelas :-
لا عدوى ولا طيرة ولا هامة قال له رجل : أرأيت البعير يكون به الجرب فتجرب الإبل ، قال : ذاك القدر ، فمن أجرب الأول ؟
Ertinya : Tiada jangkitan, tiada sial dan tiada hammah (satu kepercayaan jahiliyyah iaitu burung yang kononnya tercipta dari tulang mayat dan hidup lalu membawa sial kematian), maka seorang lelaki berkata : Apa pandanganmu jika seekor unta yang mempunyai penyakit lalu terkena unta yang lain?. Nabi menjawab : Itulah taqdir Allah, (cuba fikirkan), dari mana pula yang pertama mendapat penyakitnya? ( Riwayat Ahmad )
Allah swt mengingatkan :-
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Ertinya : Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ( Al-Hadid : 22 )
Berbekalkan ayat dan hadis di atas, Islam mengajar kita agar melihat ketentuan Allah swt sebagai asas, sebelum melihat kepada soal sebab dan musabbab atau sunnatullah (hukum alam).
Walaupun demikian, Nabi s.a.w juga mengingatkan :
فِرَّ من المجذوم فِرارَك من الأسد
Ertinya : Larilah (jauhilah) mereka yang berpenyakit kusta sebagaimana kamu lari dari singa" ( Riwayat Al-Bukhari)
Manakala di dalam sebuah hadis lain :-
لا يُورِد مُمَرَّضٌ على مُصَحٍّ
Ertinya : Janganlah orang yang sakit bercampur dengan mereka yang sihat (Riwayat Muslim)
Mungkin ada yang terfikir wujudnya pertentangan makna di antara hadis berkenaan qadar Allah swt dan saranan menjauhi pesakit berjangkit.
Hakikatnya, tiada kontradiksi di antara satu sama lain, perlu difahami bahawa orang Arab di zaman Jahiliyah percaya tubuh orang sakit akan automatik memberi kesan buruk yang pasti kepada tubuh orang yang sihat tanpa mengira sebarang sebab atau taqdir[1]. Atas sebab itu hadis menyebut hadis pertama, namun dalam masa yang sama tidak menafikan jangkitan dari berlaku. Oleh itu, dalam konteks ketiga-tiga hadis di atas, mesej yang disampaikan oleh baginda Nabi s.a.w adalah :-
· Menafikan kepercayaan silam bahawa tubuh orang sakit PASTI AKAN memudaratkan yang sihat, justeru di dalam Islam, tidak boleh diiktikadkan sedemikian.
· Membetulkan kefahaman semua bahawa hampir setakat mana pun kita dengan mereka yang sakit berjangkit, semua masih tertakluk kepada kekuasaan Allah swt untuk mendatangkan sakit itu kepada kita atau tidak.
Cuba membetulkan kefahaman ummat bahawa sakit yang mungkin kita alami tidak semestinya datang dari orang sakit yang kita temui. Justeru, jangan mula salah menyalahkan di antara satu sama lain.
Hasilnya, Islam tidak menafikan wujudnya kebolehjangkitan tetapi hadis itu disebut dalam konteks dan objektif yang disebutkan di atas. Kebolehjangkitan adalah termasuk di dalam perkara sunnatullah (hukum ketetapan alam), cuma umat Islam perlu memahami ia tertakluk di bawah izin Allah swt. Pastinya, di musim berlakunya perebakan wabak seperti selsema babi ini, tidak mudah untuk mana-mana individu yang terkena dan belum kena untuk meyakini kuasa Allah. Itulah sebenarnya salah satu ujian Allah swt untuk hambaNya, mendatangkan bala sebagai ujian, tapisan iman serta mengingatkan hamba kepada kekuasaan penciptaNya. Hanya merkea yang beriman mampu melakukannya. Semoga kita terdiri dari golongan itu.
Jikalau kita menelurusi hadis Nabi s.a.w, kita akan dapati anjuran Nabi s.a.w untuk berhati-hati apabila bercampur dengan pesakit kusta dan sopak. Sudah tentu anjuran Nabi itu terpakai buat semua jenis penyakit yang diiktiraf boleh merebak dan ‘berjangkit'. Hadis berikut amat jelas :-
لا عدوى ولا طيرة ولا هامة قال له رجل : أرأيت البعير يكون به الجرب فتجرب الإبل ، قال : ذاك القدر ، فمن أجرب الأول ؟
Ertinya : Tiada jangkitan, tiada sial dan tiada hammah (satu kepercayaan jahiliyyah iaitu burung yang kononnya tercipta dari tulang mayat dan hidup lalu membawa sial kematian), maka seorang lelaki berkata : Apa pandanganmu jika seekor unta yang mempunyai penyakit lalu terkena unta yang lain?. Nabi menjawab : Itulah taqdir Allah, (cuba fikirkan), dari mana pula yang pertama mendapat penyakitnya? ( Riwayat Ahmad )
Allah swt mengingatkan :-
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Ertinya : Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ( Al-Hadid : 22 )
Berbekalkan ayat dan hadis di atas, Islam mengajar kita agar melihat ketentuan Allah swt sebagai asas, sebelum melihat kepada soal sebab dan musabbab atau sunnatullah (hukum alam).
Walaupun demikian, Nabi s.a.w juga mengingatkan :
فِرَّ من المجذوم فِرارَك من الأسد
Ertinya : Larilah (jauhilah) mereka yang berpenyakit kusta sebagaimana kamu lari dari singa" ( Riwayat Al-Bukhari)
Manakala di dalam sebuah hadis lain :-
لا يُورِد مُمَرَّضٌ على مُصَحٍّ
Ertinya : Janganlah orang yang sakit bercampur dengan mereka yang sihat (Riwayat Muslim)
Mungkin ada yang terfikir wujudnya pertentangan makna di antara hadis berkenaan qadar Allah swt dan saranan menjauhi pesakit berjangkit.
Hakikatnya, tiada kontradiksi di antara satu sama lain, perlu difahami bahawa orang Arab di zaman Jahiliyah percaya tubuh orang sakit akan automatik memberi kesan buruk yang pasti kepada tubuh orang yang sihat tanpa mengira sebarang sebab atau taqdir[1]. Atas sebab itu hadis menyebut hadis pertama, namun dalam masa yang sama tidak menafikan jangkitan dari berlaku. Oleh itu, dalam konteks ketiga-tiga hadis di atas, mesej yang disampaikan oleh baginda Nabi s.a.w adalah :-
· Menafikan kepercayaan silam bahawa tubuh orang sakit PASTI AKAN memudaratkan yang sihat, justeru di dalam Islam, tidak boleh diiktikadkan sedemikian.
· Membetulkan kefahaman semua bahawa hampir setakat mana pun kita dengan mereka yang sakit berjangkit, semua masih tertakluk kepada kekuasaan Allah swt untuk mendatangkan sakit itu kepada kita atau tidak.
Cuba membetulkan kefahaman ummat bahawa sakit yang mungkin kita alami tidak semestinya datang dari orang sakit yang kita temui. Justeru, jangan mula salah menyalahkan di antara satu sama lain.
Hasilnya, Islam tidak menafikan wujudnya kebolehjangkitan tetapi hadis itu disebut dalam konteks dan objektif yang disebutkan di atas. Kebolehjangkitan adalah termasuk di dalam perkara sunnatullah (hukum ketetapan alam), cuma umat Islam perlu memahami ia tertakluk di bawah izin Allah swt. Pastinya, di musim berlakunya perebakan wabak seperti selsema babi ini, tidak mudah untuk mana-mana individu yang terkena dan belum kena untuk meyakini kuasa Allah. Itulah sebenarnya salah satu ujian Allah swt untuk hambaNya, mendatangkan bala sebagai ujian, tapisan iman serta mengingatkan hamba kepada kekuasaan penciptaNya. Hanya merkea yang beriman mampu melakukannya. Semoga kita terdiri dari golongan itu.
Friday, July 24, 2009
berselawatlah kamu ke atas Rasulullah S.A.W
SELAWAT MENENANGKAN JIWA
Allahumma salli wassalam 'ala saiyidina muhammad
alfatihi lima ughliqa wal khatim
lima sabaqa nasirilhaqqi bilhaqqi walhadi
ila sirotikal mustaqim
wa 'ala aalihi wasohbihi
haqqadrihi wa miqdarihil 'azhiim
MAKSUD:
"Wahai Allah!Rahmatilah dan berilah kesejahteraan serta berkatilah penghulu kami Muhammad,pembuka bagi barang yang tertutup dan penamat bagi yang telah lalu,penolong bagi yang hak,penunjuk ke arah jalan yang lurus.Allah berselawat ke atasnya,ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya sebagaimana selayak untuknya sesuai dengan darjat dan kedudukannya yang tinggi dan besar."
Fadhilat:Barangsiapa membaca selawat ini 11 kali setiap kali selepas solat 5 waktu,segala dosa2 kecilnya diampuni Allah dan tenteram jiwanya.
Allahumma salli wassalam 'ala saiyidina muhammad
alfatihi lima ughliqa wal khatim
lima sabaqa nasirilhaqqi bilhaqqi walhadi
ila sirotikal mustaqim
wa 'ala aalihi wasohbihi
haqqadrihi wa miqdarihil 'azhiim
MAKSUD:
"Wahai Allah!Rahmatilah dan berilah kesejahteraan serta berkatilah penghulu kami Muhammad,pembuka bagi barang yang tertutup dan penamat bagi yang telah lalu,penolong bagi yang hak,penunjuk ke arah jalan yang lurus.Allah berselawat ke atasnya,ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya sebagaimana selayak untuknya sesuai dengan darjat dan kedudukannya yang tinggi dan besar."
Fadhilat:Barangsiapa membaca selawat ini 11 kali setiap kali selepas solat 5 waktu,segala dosa2 kecilnya diampuni Allah dan tenteram jiwanya.
assalamualaikum
salam ukwah,salam kedamaian,salam perkenalan untuk semua.welcome to my blogs.act im very new to all this stuff.hope that we are able to share experiences and knowledge bout everything in this media.insyaAllah.
Subscribe to:
Posts (Atom)